The Biggest Theory: The Pixar Theory

by Marketing on Jun 20, 2016

Disney dan Pixar terkenal dengan pesan-pesan terselubung dan rahasia pada setiap ceritanya. Rahasia-rahasia ini benar-benar terselip dan tersamar sehingga kebanyakan orang tidak akan menyadari beberapa pesan di balik cerita Disney dan Pixar yang sebenarnya besifat dewasa. Misalnya cerita Alice in Wonderland. Banyak yang beranggapan kisah bergenre surealis psychedelic ini menggambarkan tentang pengaruh LSD. Dan tanpa kita sadari, film ini mengandung konten-konten yang dewasa untuk ukuran film anak-anak—seperti hookah yang dipakai oleh Blue Caterpillar.

Dan yang cukup mengejutkan adalah arti dibalik film Finding Nemo. Pada film tersebut, karakter Marlin digambarkan overprotective dan terobsesi untuk mencari anaknya. Film anak-anak ini menggambarkan tentang kasih tulus seorang ayah, namun ada yang beranggapan bahwa Pixar menyembunyikan pesan lain. Faktanya adalah—semua ikan badut atau clown fish terlahir jantan dan bisa berubah apabila dominan betinanya tidak ada (hermaphordite). Karakter Marlin adalah jantan, Coral (istri Marlin di dalam cerita) adalah ikan badut betina. Begitu dominan betina (Coral) tidak ada, dominan jantan akan berubah menjadi betina. Pixar menggambarkan secara samar bahwa Marlin berubah menjadi dominan betina dan membutuhkan Nemo untuk reproduksi. Yup.

Teori terkenal lain yang mengguncang penggemar Disney adalah teori yang mengatakan bahwa Elsa dan Anna dari film Frozen bukan saudara kandung. Dikutip dari Matt Pat dari akun YouTubenya 'The Film Theorists', Elsa dan Anna bukan saudara kandung—melainkan Elsa merupakan kembaran Rapunzel dari film Tangled. Untuk penjelasan lengkapnya bisa dilihat langsung di akun YouTube 'The Film Theorists'.

Selanjutnya, teori terbesar yang dapat ditemukan di internet mengenai Pixar adalah semua film animasi produksi Pixar terdapat di satu dunia dan waktu yang sama serta saling berhubungan. Teori ini dikemukakan oleh Jon Negroni dan diberi nama The Pixar Theory.

Kronologi dunia Pixar bermula dari film animasi Brave. Brave menceritakan tentang seorang gadis yang bertemu dengan penyihir dan mengubah ibunya menjadi seekor beruang. Brave adalah satu-satunya film Pixar yang menjelaskan mengapa binatang berperilaku seperti manusia. Tokoh penyihir di cerita itu menggunakan sihir dan tokoh ibu dari peran utama berubah menjadi beruang dan di akhir cerita—berhasil kembali menjadi manusia. Namun, sebelumnya penyihir itu pernah mengubah seorang pangeran menjadi beruang dan permanen.

Meskipun 2 orang itulah yang diubah menjadi beruang seperti yang kita ketahui dalam film, tidak menutup kemungkinan penyihir itu menyihir orang lain dan menciptakan binatang-binantang dengan pikiran seperti manusia. Dari cerita Brave inilah kemudian lahir tokoh-tokoh binatang lain di dunia Pixar berperilaku seperti manusia. Tikus-tikus dari Ratatouille, ikan-ikan dari Finding Nemo, dan sebagainya.

Kemudian beberapa abad sesudahnya, dengan cerita Ratatouille—dimana Remy berhasil berteman dengan manusia dan memasak layaknya manusia. Sesudah chef Skinner (tokoh antagonis) mengetahui tentang Remy—di film ini, ia menghilang begitu saja. Kemudian mulai tersebar rumor mengenai kemampuan binatang-binatang yang berperilaku seperti manusia. Kemampuan binatang-binatang ini tersebar secara global hingga akhirnya diketahui oleh tokoh antagonis di film Up, Charles Muntz.

Charles Muntz adalah peneliti membuat teknologi alat canggih berupa kalung anjing yang bisa menerjemahkan bahasa anjing. Di dalam cerita, Chales tewas di Amerika Selatan dan anjing-anjingnya beserta teknologi buatannya tersebar bebas. Di masa ini Ratatouille, Finding Nemo, Up, dan Toy Story 3 terjadi di waktu yang hampir bersamaan. Dan di dalam cerita Up ini, Pixar pertama kali mengenalkan BNL. Yaitu sebuah perusahaan yang ingin menggusur rumah Carl Fredricksen. BNL juga dapat kita lihat di film Toy Story 3. Baterai untuk Buzz Lightyear diproduksi oleh BNL.

BNL menjadi alasan eksistensi cerita Wall-E. BNL adalah perusahaan besar yang mengatur dan membuat apapun dalam dunia Pixar. BNL berkembang menjadi teknologi terdepan dan pada akhirnya menguasai dunia—kemudian menyebabkan ketidakseimbangan alam dan kepunahan makhluk hidup. Dan yang tersisa di bumi hanyalah robot Wall-E.

Perlu kita sadari, sampai di tahap akhir zaman cerita Brave, sudah ada dua jenis makhluk hidup yang berada di dunia Pixar—manusia dan binatang. Dan di dalam cerita Finding Nemo, kita mempelajari bahwa hewan Pixar menjadi sangat pintar dengan adanya keberadaan Dory. Dory tidak hanya bisa berbahasa paus dan membaca saja, namun bisa menavigasi laut hingga menyelamatkan Nemo dari tangan manusia.

Kembali ke zaman sebelum kepunahan makhluk hidup akibat BNL, cerita The Incridibles memegang peran sebagai pelopor teknologi canggih di dunia Pixar. Di sinilah mulai dibocorkan adanya kekuatan ketiga yang menguasai dunia Pixar, yaitu artificial intelligence. Tokoh antagonis di film ini, Buddy—atau, Syndrome, membuat mesin bernama Omnidroid—yaitu mesin dengan artificial intelligence atau A.I. Karakter Syndrome dalam cerita ini membuat Omnidroid bersama dengan A.I di pulau pribadinya dengan tujuan untuk membunuh Mr. Incridible dan pahlawan-pahlawan yang ada agar dirinya bisa menjadi pahlawan (palsu) tunggal.